Tanggung Jawab Pemerintah Kota Kupang dalam Pemenuhan Kuota 2% Pekerja Penyandang Disabilitas

Ditinjau dari Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 2 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

Authors

  • Iswandari Kristin Seda Universitas Nusa Cendana
  • Josef Mario Monteiro Universitas Nusa Cendana
  • Agnes Doortji Rema Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v4i3.6247

Keywords:

Disability Rights, Employment Quota, Inclusive Employment, Local Government Responsibility, Public Policy

Abstract

 This study aims to analyze the responsibility of the Kupang City Government in fulfilling the 2% employment quota for persons with disabilities as mandated by Kupang City Regional Regulation Number 2 of 2019 concerning the Protection and Fulfillment of the Rights of Persons with Disabilities. The research employed an empirical legal method with socio-legal, statutory, and conceptual approaches. Data were collected through interviews, documentation, and literature studies involving the Regional Civil Service, Education and Training Agency (BKPPD), the Social Affairs Office, and disability advocacy organizations in Kupang City. The findings indicate that the Kupang City Government has implemented its responsibilities through the establishment of regional regulations, the provision of special civil servant recruitment quotas, disability empowerment programs, and policy evaluation mechanisms. However, the implementation has not yet achieved the mandated target. Of the 7,933 civil servants employed by the Kupang City Government, only five employees are persons with disabilities, equivalent to 0.06%, which remains far below the required 2% quota. The study also identifies several obstacles, including limited inclusive access to information, restricted recruitment opportunities and disability-specific positions, as well as inadequate accessibility and reasonable accommodation during the recruitment process. Therefore, strengthening inclusive employment policies, improving accessible recruitment systems, and expanding disability empowerment programs are necessary to achieve substantive equality in employment opportunities for persons with disabilities.

References

Ali, Z. (2019). Metode penelitian hukum. Sinar Grafika.

Amrullah. (2022). Keadilan substantif dalam upaya pelindungan hak atas pekerjaan bagi ASN penyandang disabilitas. Jentera Hukum.

Arafat. (2023). Kebijakan publik: Teori dan praktik. PT Literasi Nusantara Abadi Grup.

Asshiddiqie, J. (2011). Gagasan negara hukum Indonesia. PT RajaGrafindo Persada.

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2025). Banyaknya desa menurut keberadaan disabilitas, 2018–2024. https://ntt.bps.go.id

Dewi, D. S. K. (2022). Buku ajar kebijakan publik: Proses, implementasi dan evaluasi. Samudra Biru.

Dewi, N. N. P. A., & Surata, I. N. (2019). Peranan Dinas Sosial dalam perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Kabupaten Buleleng. Kertha Widya, 7(2), 42–55.

Dunn, W. N. (2003). Pengantar analisis kebijakan publik (S. Wibawa, Trans.). Gadjah Mada University Press.

Gegung, C. M. (2024, April 21). Perempuan dengan disabilitas sulit memperoleh pendidikan dan pekerjaan. Radio Republik Indonesia. https://www.rri.co.id

Hadjon, P. M. (2011). Pengantar hukum administrasi Indonesia. Gadjah Mada University Press.

Herdiana, D. (2018). Sosialisasi kebijakan publik: Pengertian dan konsep dasar. Jurnal Ilmiah Wawasan Insan Akademik, 1(3), 18–27.

Hoessein, B. (1993). Berbagai faktor yang mempengaruhi besarnya otonomi daerah tingkat II (Disertasi Doktoral). Universitas Indonesia.

Huda, N. (2012). Hukum pemerintahan daerah. Nusamedia.

Indrati, M. F. (2007). Ilmu perundang-undangan: Jenis, fungsi, dan materi muatan. Kanisius.

INKLUSI. (2025). Program INKLUSI dalam memajukan inklusi disabilitas. https://inklusi.or.id

Kelsen, H. (2007). Teori umum hukum dan negara (Somardi, Trans.). BEE Media Indonesia.

Kurniawan, W. T. H., & Suprojo, A. (2023). Implementasi kebijakan dalam pengembangan sumber daya manusia pada aparatur sipil negara. Jurnal Ilmiah Publika, 11(1), 24–35.

Manan, B. (2004). Menyongsong fajar otonomi daerah. Pusat Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.

Marit, E. L., dkk. (2021). Pengantar otonomi daerah dan desa. Yayasan Kita Menulis.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi revisi). Prenada Media Group.

Mau, H. A., & Ditisrama, T. (2024). Hukum tata negara Indonesia: Teori dan penerapan. Amerta Media.

Mustika, E. A. S., dkk. (2022). Stigma pekerja terhadap penyandang disabilitas di tempat kerja. Perilaku dan Promosi Kesehatan, 4(2).

Pemerintah Kota Kupang. (2024). Pengumuman seleksi CPNS Tahun Anggaran 2024. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang.

Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 2 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Rantung, M. I. R. (2024). Evaluasi kebijakan publik (Konsep dan model). Tahta Media.

Ridwan HR. (2018). Hukum administrasi negara (Edisi revisi). Rajawali Pers.

Rohmah, M., Lituhayu, D., & Setianingsih, E. L. (2023). Implementasi kebijakan kuota pekerja penyandang disabilitas di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Kebumen. Journal of Management and Public Policy, 12(3), 421–438.

Salim, I., Yulianto, M. J., dkk. (2021). Panduan memantau pemenuhan hak-hak disabilitas. Bappenas & Jaringan Disabilitas Indonesia.

Soekanto, S. (1983). Sosiologi hukum Indonesia. Rajawali Pers.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi: Suatu pengantar. PT RajaGrafindo Persada.

Subroto, R. H., Rahmi, A., & Rahman, Z. G. (2025). Keadilan substantif dalam rekrutmen penyandang disabilitas. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 6(4), 785–799.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD), Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5248.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 69.

Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679.

World Health Organization. (2001). International classification of functioning, disability and health (ICF). World Health Organization.

Downloads

Published

2026-05-31

How to Cite

Iswandari Kristin Seda, Josef Mario Monteiro, & Agnes Doortji Rema. (2026). Tanggung Jawab Pemerintah Kota Kupang dalam Pemenuhan Kuota 2% Pekerja Penyandang Disabilitas: Ditinjau dari Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 2 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Student Scientific Creativity Journal, 4(3), 489–502. https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v4i3.6247

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.